LA MOHANG DAENG MANGKONA KETURUNAN BUGIS WAJO PELOPOR BERDIRINYA KOTA SAMARINDA
Kota Samarinda adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada tahun 1668, rombongan orang-orang Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Puang Ado) hijrah dari tanah Kesultanan Gowa ke Kesultanan Kutai.
Mereka pindah karena tidak ingin tunduk kepada perjanjian Bongaya yang di buat oleh belanda setelah mengalahkan kerjaan Gowa. La Mohang Daeng Mangkona disambut dengan baik oleh raja Kutai lalu memberikan sebuah dataran rendah yang tak berpenghuni kepada Rombongan La Mohang Daeng Mangkona untuk menetap disana. Dengan syarat membantu kerajaan Kutai dalam peperangan melawan penjajah.
Pada Tahun 1668 Sultan Kutai memerintahkan La Mohang untuk menempati sebuah lahan tanah rendah didaerah pesisir wilayah kerajaan kutai, dikarenakan banyaknya bajak laut dari filiphina yang sering menggangu wilayah ini. Sultan Kutai memberi nama perkampungan tersebut dengan sebutan sama rendah agar setiap orang yang kelak menetap disana baik bugis, kutai maupun dayak saling menghargai dan menjungjung tinggi persamaan hak tanpa melihat suku maupun adat.
Dan pada akhirnya daerah inipun lama kelamaan dikenal dengan sebutan Samarinda yang kini telah menjadi sebuah ibukota propinsi yang besar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar